”Kebahagiaan bukan takdir, melainkan pilihan” (YIB)
     
Assalamu'alaikum
Selamat Datang di Yayasan Indonesia Bahagia PDF Print E-mail

Gaya hidup hedonistik dan memandang segala sesuatu dari segi materi nampaknya semakin menggejala di tengah-tengah kita. Ketidak-puasan dalam hidup menimbulkan kondisi jiwa tidak tenang dan merasa terancam. Tindak kekerasan terjadi di mana-mana, mulai dari dalam rumah sampai ke lingkungan yang lebih luas. Akhirnya terciptalah situasi masyarakat yang tidak bahagia, yang fragile terhadap kondisi sosial-ekonomi yang serba tidak pasti. 

Dalam situasi ini manusia kerap mempertanyakan bagaimana meraih kebahagiaan sejati, yang bersifat permanen, bukan kebahagiaan sesaat yang dilahirkan hanya dari pleasure dan satisfaction. Kebahagiaan sejati bersifat abadi, tak terikat oleh ruang dan waktu. 

Secara psikologis, kebahagiaan bertautan dengan produktivitas. Orang yang berbahagia cenderung lebih produktif dibandingkan dengan orang yang tidak berbahagia. Orang yang berbahagia juga cenderung ingin memberi untuk membuat orang lain bahagia pula. Mereka selalu berpikir bagaimana dirinya bermanfaat secara positif bagi orang banyak. 

Yayasan Indonesia Bahagia, suatu lembaga yang bersifat non-sektarian, percaya bahwa kebahagiaan milik semua orang. Oleh karena itu, kita seyogyanya dapat menggali nilai-nilai positif yang hidup di dalam tradisi kita bersama untuk meraih kebahagiaan sejati bersama-sama.

Read more...
 
Aktivitas dan Program PDF Print E-mail

Yayasan Indonesia Bahagia membentuk dua lembaga yang akan menjalankan program-program seperti riset, publikasi, konseling/ coaching, kajian filsafat dan sufisme serta kelas meditasi, yakni:

1. Pusat Studi Kebahagiaan (PSK)
2. Pusat Kajian Hati (Pusaka Hati)

Read more...
 

Matsnawi

Aku terus dan terus tumbuh seperti rumput;

Aku telah alami tujuhratus dan tujuhpuluh bentuk.

Aku mati dari mineral dan menjadi sayur-sayuran;

Dan dari sayuran Aku mati dan menjadi binatang.

Aku mati dari kebinatangan menjadi manusia.

Maka mengapa takut hilang melalui kematian?

Kelak aku akan mati

Membawa sayap dan bulu seperti malaikat:

Kemudian melambung lebih tinggi dari malaikat --

Apa yang tidak dapat kau bayangkan.

Aku akan menjadi itu.

Who's Online

We have 4 guests online

Penasehat

  • Prof. Dr. Jalaluddin Rakhmat
  • Prof. Dr. Komaruddin Hidayat
  • Prof. Dr. Mulyadhi Kartanegara
  • Dr. Dharmayati Utoyo Lubis
  • Dr. Haidar Bagir
  • Dr. Yudi Latif
  • Dr. Khalid al-Walid
  • Hana D. Bastaman, M.Psi.
  • Ir. Jusuf Sutanto
  • Krisnina Akbar Tandjung, M.Si
RocketTheme Joomla Templates